Pabrik Tekstil Indonesia di Ambang Kiamat, Bos Pengusaha Ungkap 3 Jurus Penyelamatan

Mamasanews.com Semoga kebahagiaan menyertai setiap langkahmu. Pada Edisi Ini saatnya berbagi wawasan mengenai Bisnis. Pandangan Seputar Bisnis Pabrik Tekstil Indonesia di Ambang Kiamat Bos Pengusaha Ungkap 3 Jurus Penyelamatan lanjut sampai selesai.
- 1.1. Industri Tekstil Nasional Terpuruk, Pemerintah Diminta Bertindak Cepat
- 2.1. Pertama, Revisi Peraturan Menteri Perdagangan
- 3.1. Kedua, Dukungan Keuangan untuk Perusahaan
- 4.1. Ketiga, Penataan Pengawasan Impor
- 5.1. Dampak Buruk pada Industri TPT
- 6.1. Tuntutan Serikat Pekerja
- 7.1. Kesimpulan
Table of Contents
Industri Tekstil Nasional Terpuruk, Pemerintah Diminta Bertindak Cepat
Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional tengah menghadapi tekanan beruntun yang mengancam kelangsungan hidup industri ini. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Ekspor Impor (GPEI) Benny Soetrisno mengusulkan tiga jurus strategis untuk mencegah keruntuhan industri TPT.
Pertama, Revisi Peraturan Menteri Perdagangan
Benny Soetrisno menilai Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 8/2024 perlu diperbaiki. Permendag ini dinilai telah menimbulkan pukulan bagi sektor manufaktur RI, termasuk industri TPT. Benny mengusulkan agar pemerintah mengevaluasi semua aturan perdagangan yang berlaku.
Kedua, Dukungan Keuangan untuk Perusahaan
Benny mendukung program pemerintah untuk mendukung keuangan perusahaan, seperti restrukturisasi utang dan permesinan. Hal ini sangat penting dalam era persaingan yang ketat. Selain itu, pemerintah juga perlu memberikan insentif bagi industri yang dapat menyerap tenaga kerja dan menghasilkan devisa.
Ketiga, Penataan Pengawasan Impor
Benny menekankan pentingnya penataan pengawasan impor komoditas akhir TPT maupun bahan baku. Hal ini untuk mencegah banjir barang impor asal China, baik legal maupun ilegal, yang telah membanjiri pasar dalam negeri dan memukul industri TPT nasional.
Dampak Buruk pada Industri TPT
Akibat tekanan beruntun ini, industri TPT nasional mengalami dampak yang sangat buruk. Sejak awal tahun hingga September 2024, sudah ada 15.114 orang pekerja yang menjadi korban PHK di industri TPT nasional. Beberapa perusahaan besar, seperti PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) dan PT Asia Pacific Fibers Tbk (Asia Pacific), juga telah menghentikan produksi dan melakukan PHK.
Tuntutan Serikat Pekerja
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) Ristadi mengatakan, putusan pailit terhadap Sritex mengancam nasib sekitar 20.000 pekerja di grup bisnis tersebut. KSPN menuntut pemerintah untuk segera mengambil langkah-langkah konkret untuk menyelamatkan industri TPT dan melindungi hak-hak pekerja.
Kesimpulan
Pemerintah perlu segera bergerak cepat untuk mengatasi tekanan beruntun yang tengah menghantam industri TPT nasional. Jurus-jurus strategis yang diusulkan oleh Benny Soetrisno, seperti revisi Permendag, dukungan keuangan untuk perusahaan, dan penataan pengawasan impor, perlu dipertimbangkan dengan serius. Jika tidak, industri TPT nasional yang telah menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia akan terancam runtuh.
Sekian penjelasan tentang pabrik tekstil indonesia di ambang kiamat bos pengusaha ungkap 3 jurus penyelamatan yang saya sampaikan melalui bisnis Jangan ragu untuk mendalami topik ini lebih lanjut selalu belajar dari pengalaman dan perhatikan kesehatan reproduksi. Bagikan kepada orang-orang terdekatmu. cek artikel menarik lainnya di bawah ini. Terima kasih.